Studio
Satu meja, satu gulung kawat, dan waktu yang tidak diburu.
Semua yang keluar dari sini dirangkai dengan tangan di Yogyakarta. Tidak ada lini produksi dan tidak ada stok gudang: buketmu mulai dikerjakan setelah kamu memesannya.
Awalnya
Dimulai dari satu buket yang tidak tega dibuang.
Tahun 2023, seorang teman menikah dan tidak rela buketnya layu. Kami buatkan versi artificial-nya. Buket itu masih tersimpan di rumahnya sampai sekarang, dan dari situlah studio ini lahir.
Sejak itu kami mengerjakan buket pengantin, buket kipas, korsase, dan hiasan kepala untuk orang-orang yang ingin menyimpan bunganya. Sebagian dikirim ke luar negeri. Sebagian diantar sendiri ke rumah di Jogja.
Dheana
Pendiri, dan orang yang membalas pesanmu
Yang kami pegang
Kami lebih suka menolak daripada mengerjakan asal cepat.
Dikerjakan dengan tangan
Tiap tangkai dikawat, dibalut floral tape, dan diikat satu per satu. Tidak ada yang dirakit massal.
Jujur soal waktu
Produksi 14 hari. Kalau tidak sempat, kami bilang terus terang, bukan menyanggupi lalu terlambat.
Dibuat untuk disimpan
Bukan untuk sehari. Bahan dan konstruksinya dipilih supaya bertahan bertahun-tahun.
Ngobrol dulu
Punya referensi? Kirim saja, kami jawab jujur.
Foto dari Pinterest, warna yang belum ada namanya, ukuran yang tidak biasa: kirim saja ke WhatsApp kami. Kami akan bilang bisa atau tidak, dan berapa biayanya, sebelum kamu memutuskan apa pun.